Selasa, 13 April 2021

PBO (Pemrograman Berorientasi Obyek) => Model View Controller (MVC)

Model View Controller (MVC): Pengertian, Alur Pengembangan, Manfaat, Tujuan dan Contoh Framework yang Mengguanakan Konsep MVC


Apa Itu MVC???

MVC atau Model View Controller adalah sebuah pola desain arsitektur dalam sistem pengembangan website atau sebuah metode untuk membuat sebuah aplikasi dengan memisahkan data (Model) dari tampilan (View) dan cara bagaimana memprosesnya (Controller).yang terdiri dari tiga bagian, yaitu: 
  1. Model, bagian yang mengelola dan berhubungan langsung dengan database atau Model merupakan bagian yang bertugas untuk mengatur, menyiapkan, memanipulasi, dan mengorganisir data.
  2. View, bagian yang akan menyajikan tampilan informasi kepada pengguna.
  3. Controller, bagian yang menghubungkan model dan view dalam setiap proses request dari user. 
Dengan konsep MVC ini, website seakan memiliki bagian yang terpisah dan bisa dikembangkan masing-masing. Maka, proses pembuatan website bisa dilakukan lebih cepat karena developer akan lebih fokus pada pengerjaan salah satu bagian saja. 
Sebagai contoh, seorang web designer bisa fokus merancang bagian View saja, yakni tampilan design website yang terdiri dari kode HTML dan CSS plus sedikit JavaScript. Kode program untuk berkomunikasi dengan database bisa ditangani oleh programmer yang secara khusus bagian Model. Serta programmer lain mengatur alur logika program di bagian Controller.

Dengan pemisahan seperti ini, kerja tim menjadi mudah dikelola. Selain itu dengan penerapan konsep MVC yang baik, setiap bagian tidak saling bergantung sama lain. Jika ada perubahan atau modifikasi, cukup edit di bagian yang diperlukan saja, tidak harus merombak ulang semua aplikasi.

Alur Kerja MVC pada Sistem Pengembangan


  1. Bagan view akan merequest informasi untuk bisa ditampilkan kepada pengguna.
  2. Request tersebut kemudian diambil oleh controller dan diserahkan bagan model untuk diproses. 
  3. Model akan mengolah dan mencari data informasi tersebut di dalam database.
  4. Model memberikan kembali pada controller untuk ditampilkan hasilnya di view. 
  5. Controller mengambil hasil olahan yang dilakukan di bagian model dan menatanya di  bagian view.

Manfaat dan Tujuan MVC 

Tujuan Pengembangan MVC
Metode MVC ini dikembangkan dengan sebuah tujuan, yaitu untuk membuat sebuah program yang bisa digunakan kembali secara berulang kali untuk sesuatu hal yang serupa, serta dapat dikembangkan dengan modul tambahan sehingga tidak akan terjadi proses pengulangan pengembangan dari nol.

Manfaat penggunaan MVC: 

  1. Proses Pengembangan Website Lebih Efisien.
  2. Error atau Bug Lebih Cepat dan Mudah Ditangani.
  3. Pemeliharaan atau Maintenance Lebih Mudah.
  4. Membantu dan memudahkan para programmer dalam membuat kodingan – kodingan yang memiliki sifat repetitif.
  5. Memudahkan para programmer dalam memanajemenkan source code, karena source code akan otomatis mengikuti struktur file yang ada di dalam framework.
  6. Testing Jadi lebih Mudah.

Contoh Framework yang Mengguanakan Konsep MVC

Untuk framework PHP, ada cukup banyak dan hampir semuanya menggunakan konsep MVC:

  • Laravel
  • Symfony
  • CakePHP
  • Zend
  • Codeigniter (versi 3 keatas)

Untuk framework Python di antaranya:

  • Django
  • Turbogears2
  • Watson-Framework

Untuk framework Nodejs di antaranya:

  • Express
  • Adonis
  • Sails.js
  • Total.js
  • Mean.js
  • Mojito

SEMOGA BERMANFAAT!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar